Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Yogyakarta
Rubrik : Berita Terkini
EKONOMI LIBERAL
2009-05-30 20:43:22 - by : sapta

Ekonomi liberal adalah teori bisnis dan ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu liberal klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats. Sistem ekonomi liberal tersebut mempunyai kaitannya dengan "kebebasan alami" yang dipahami oleh tokoh-tokoh ekonomi liberal klasik tersebut. Meskipun demikian, Smith tidak pernah menggunakan paham tersebut. Konsep dari ekonomi liberal ialah bergerak kearah suatu sistem pasar bebas dan sistem berpaham perdagangan bebas.


Sistem ekonomi liberal klasik


Sistem ekonomi liberal klasik adalah suatu filosofi ekonomi dan politis. Mula-mula ditemukan pada suatu tradisi penerangan atau keringanan yang bersifat membatasi batas-batas dari kekuasaan dan tenaga politis, yang menggambarkan pendukungan kebebasan individu.Teori itu juga bersifat membebaskan individu untuk bertindak sesuka hati sesuai kepentingan dirinya sendiri dan membiarkan semua individu untuk melakukan pekerjaan tanpa pembatasan yang nantinya dituntut untuk menghasilkan suatu hasil yang terbaik, yang cateris paribus, atau dengan kata lain, menyajikan suatu benda dengan batas minimum dapat diminati dan disukai oleh masyarakat (konsumen).


Garis berpaham ekonomi liberal telah pernah dipraktikan oleh sekolah-sekolah di Austria dengan berupa demokrasi di masyarakat yang terbuka. Paham liberali kebanyakan digunakan oleh negara-negara di benua Eropa dan Amerika. Seperti halnya di Amerika Serikat, paham liberal dikenali dengan sebutan mild leftism estabilished.


Ciri ekonomi liberal



  • Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.

  • Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.

  • Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.

  • Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).

  • Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.

  • Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.

  • Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.

  • Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.



Keuntungan dan kelemahan dari ekonomi liberal



Keuntungan


Ada beberapa keuntungan dari suatu sistem ekonomi liberal, yaitu:



  • Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.

  • Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.

  • Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.

  • Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.

  • Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.



Kelemahan


Selain ada keuntungan, ada juga beberapa kelemahan daripada sistem ekonomi liberal, adalah:



  • Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat.

  • Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.

  • Banyak terjadinya monopoli masyarakat.

  • Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.

  • Pemerataan pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas tersebut.


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_liberal

Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Yogyakarta : http://ekonomi.upy.ac.id
Versi Online : http://ekonomi.upy.ac.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=30